Nama:Cholik Hermawan
Kelas:PAI 4A
Nim:11901038
METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan sarana bagi peneliti untuk mengkomunikasi pemikiranya mengenai masalah yang diteliti dan berfungsi untuk menyakinkan pembaca atau penilai untuk memberikan manfaat terkait dengan disiplin ilmu yang bersangkutan. Metode diartikan sebagai suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam suatu proses penelitian.(Mardalis, 2003:24).
Metodologi adalah analisis untuk memahami berbagai aturan, prosedur dalam metode tersebut. Sedangkan penelitian, dari kata ‘teliti’ didefinisikan sebagai kegiatan pengumpulan dan pengolahan data, disajikan secara sistematis dan objektif (Ratna, 2010: 18).
Penelitian adalah sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. (Nana, S 2013: 5). Penelitian merupakan gambaran rancangan dan prosedur yang terdiri dari rumusan masalah, tempat penelitian, indentifikasi masalah, sampai dengan teknik pengumpulan data yang fokus terhadap masalah tertentu.
Metodologi Penelitian merupakan langkah persiapan sebelum terjun ke lapangan (yang dalam penulisan laporan penelitian biasa dimasukkan dalam bab III Metodologi penelitian) perlu dinyatakan:
(1) tempat dan waktu penelitian
(2) metode penelitian,
(3) teknik pengambilan sampel,
(4) instrumen penelitian,
(5) teknik pengumpulan data,
(6) kriteria dan teknik pemeriksaan keabsahan data, dan
(7) teknik analisis data. (Widyastono, 2007: 773)
Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan merupakan mata kuliah yang perlu di kaji secara seksama di dalam bidang pendidikan. Selain dalam bidang pendidikan, di dalam penelitian pun memerlukan sebuah perencanaan sehingga langkah-langkah yang diambil dapat mengantarkan peneliti mencapai tujuan yang diinginkan.
Banyak masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dengan metode penelitian, banyak mahasiswa masih bingung memilih metode apa yang digunakan di dalam penelitiannya. Selain itu, mahasiswa memerlukan pengetahuan lebih mengenai metodelogi penelitian, macam-macam metode penelitian, syarat-syarat peneliti, langkah-langkah penelitian dan manfaat dari penelitian.
Kesederhanaan penulisan makalah ini semoga dapat membantu pembaca mahasiswa pada khususnya bisa memahami pengertian macam-macam metode penelitian, syarat-syarat peneliti, langkah-langkah penelitian dan manfaat dari penelitian.
B.Macam-macam Metode Penelitian
Penelitian kuantitatif didasarkan atas konsep positivisme yang bertolak dari asumsi bahwa realita bersifat tunggal, fixed, stabil, lepas dari kepercayaan dan perasaan-perasaan individual. Penelitian kualitatif didasari oleh konsep konstruktivisme, yang memiliki pandangan bahwa realita bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah.(sukmadita, 2013: 12). Penelitian kuantitatif memiliki serangkaian langkah-langkah atau prosedur baku yang menjadi pegangan peneliti. Penelitian kualitatif menggunakan srategi dan prosedur penelitian yang fleksibel.
Jenis-jenis penelitian berdasarkan pendekatan, secara garis besar dibedakan dua macam penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakteristik dan prosedur penelitian yang berbeda. Tujuan penelitian kuantitaif mencari hubungan dan menjelaskan sebab-sebab perubahan dalam fakta-fakta sosial yang terukur. Penelitian kualitatif lebih diarahkan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari prespektif partisipan.
Penelitian pada dasarnya merupakan suatu pencarian (inquiry), menghimpun data, mengadakan pengukuran, analisis, sintesis, membandingkan, mencari hubungan, menafsirkan hal-hal yang bersifat teka-teki.(Sukmadinata,2012: 52).
Macam-macam penelitian menurut Prof. Sutrisno Hadi MA dalam bukunya Narbuko dan Achmadi sebagai berikut:
1.Menurut bidangnya : penelitian dapat meliputi misalnya penelitian pendidikan, penelitian pertanian, penelitian hukum, penelitian ekonomi, penelitian agama.
2.Menurut tempatnya : penelitan dapat meliputi misalnya penelitian laboratorium, penelitian perpustakaan, penelitian kancah.
3.Menurut pemakainya : penelitian dapat meliputi, penelitian murni (dasar) dan penelitian terapan (terpakai).
4.Menurut tujuan umumnya : penelitian dapat meliputi, penelitian eksploratif, penelitian devolommental dan penelitian verifikatif.
5.Menurut terapanya, penelitian dapat meliputi: penelitian inferensial.
6.Menurut pendekatanya, penelitian dapat meliputi penelitian longitudinal dan penelitian cross sectional.
Suatu metode penelitian memiliki rancangan penelitian (reserch design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah.
Menurut sifat masalah ( Dirjen Dikti, 1981)
a.Penelitian historis, bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang telah terjadi pada masa lampau. Proses-prosesnya terdiri dari penyelidikan, pencatatan, analisis dan menginterprestasikan peristiwa-peristiwa masa lalu guna menemukan generalisasi-generalisasi. Generalisasi tersebut dapat berguna untuk memahami masa lampau, juga keadaan masa kini bahkan secara terbatas bisa digunakan untuk mengantisipasi hal-hal mendatang.(Mardalis, 2003: 25).
b.Penelitian deskriptif
Penelitian deskriftif (Descriptive Research) adalah metode penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat atau daerah tertentu. Karena penelitian ini bermaksud membuat deskripsi tentang situasi-situasi atau kejadian-kejadian, maka akumulasi dala dalam penelitian deskriptif ini semata-mata mencari atau menerangkan saling hubungan, mentes hipotesis ataupun mendapat makna dan implikasi. (Burhanuddin, TR 2012: 9). Penelitian deskriptif, bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku.(Mardalis,2003: 26). Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, analisis dan menginterpretasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada.
c.Penelitian perkembangan
Metode penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan pola-pola perubahan di masa lalu agar dapat meramalkan pola-pola kondisi pada waktu yang akan datang. (Burhanuddin, TR 2012: 9).
d.Penelitian lapangan
Pada prinsipnya penelitian lapangan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam masyarakat.(Mardalis, 2003: 28). Penelitian lapangan ini pada hakikatnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang apa yang terjadi pada suatu saat ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari subjek secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan semua unit sosial yang terdiri atas individu, kelompok, lembaga dan ataupun komunitas masyarakat. (Burhanuddin, TR 2012: 9)
e.Penelitian Eksperimen
Penelitian yang bertujuan untuk mengkasi kemungkinan saling berhubungan sebab akibat dengan cara mengenakan satu atau lebih kondisi perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen dengan membandingkan hasilnya dengan satu lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan (Treatmen). (Burhanuddin, TR 2012: 9)
f.Penelitian Korasional
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan antara satu dengan beberapa variabel lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik. ( Nana Syaodih Sukmadinata, 2012:56).
g.Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)
PTK merupakan studi sistematis yang dilakukan dalam upaya memperbaiki praktik-praktik pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta refleksi dari tindakan. Kasbollah 1999 (dalam Burhanuddin : 2012: 17) Dari tipe-tipe dan macam-macam metode penelitian yang dikemukakan di atas, memberikan gambaran betapa kompleksnya masalah penelitian. Dalam penulisan malakah ini mengkhususkan sesaran pembaca untuk dapat memahami dan melakukan penelitian sederhana.
C. Syarat- syarat Peneliti
Syarat-syarat yang diperlukan sebagai peneliti sebagai berikut : (Komara,2006: 21).
1.Kompeten, secara teknis mengusai dan mampu menyelenggarakan riset ilmiah.
2.Objektif, tidak mencampur adukan pendapat sendiri dengan kenyataan.
3.Jujur, tidak memasukan keinginan sendiri ke dalam fakta.
4.Faktual, hanya bekerja jika ada fakta.
5.Terbuka, bersedia memberikan ukti atau kesempatan kepada orang lain untuk menguji kebenaran proses atau hasil penyeledikannya.
Seorang peneliti harus memiliki syarat-syarat emprisme, rasionalisme, kritisme, dan juga memiliki sikap ilmiah sebagai berikut: (Suryana, 2010: 11).
1.Sikap ingin tahu, yaitu memiliki sikap bertanya atau selalu penasaran terhadap sesuatu yang gelap, yang tidak wajar, dan kesenjangan.
2.Skeptik, yaitu bersikap ragu terhadap pernyataan-pernyataan yang belum kuat dasar pembuktiannya.
3.Kritis, yaitu cakap dalam menunjukkan batas-batas soal, mampu menunjukkan perbedaan-perbedaan (divergensi) dan persamaan- persamaan (konvergensi), serta cakap menempatkan pengertian- pengertian yang tepat.
4.Objektif, yaitu mementingkan objektivitas (tidak memihak).
5.Fre from etique, bahwa ilmu itu monologis, yaitu menilai apa yang benar dan apa yang salah, tetapi harus memperhatikan apa yang baik dan apa yang buruk bagi kemanusiaan.
D.Langkah-langah Penelitian
Langkah-langkah penelitian adalah serangkaian proses penelitian di mana peneliti dari awal yaitu merasa menghadapi masalah, berupaya untuk memecahkan masalah, memecahkan masalah sampai akhirnya mengambil keputusan yang berupa kesimpulan bagaimana hasil penelitianya, dapat memecahkan masalah atau tidak.(Narbuko dan Achmadi, 2009: 57).
Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
1.Menemukan, memilih dan merumuskan masalah
2.Menyusun latar belakang teoritis.
3.Mentapkan hipotesis (kalau perlu)
4.Menetapkan variabel
5.Memilih alat pengumpulan data.
6.Menyusun rancangan penelitian.
7.Menentukan sampel.
8.Menyimpulkan dan menyajikan data.
9.Mengolah dan menganalisis data.
10.Menginterpretasi hasil analisis dan mengambil kesimpulan
11.Menyusun laporan
12.Mengemukakan implikasi.
Langkah-langkah bisa diartikan cara atau prosedur yang harus dilalui untuk mengetahui hasil. Langkah ini bukan sesuatu yang sekuesial atau langkah-langkah yang harus diikuti secara kaku. Proses penelitian adalah suatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain dan interprestasi. Penelitian (proses kegiatan ilmiah) menurut (Suryana,2010)
1.Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah
2.Menyusun kerangka pikiran
3.Merumuskan hipotesis
4.Menguji hipotesis secara empirik
5.Melakukan pembahasan
6.Menarik kesimpulan
Langkah-langkah penelitian (Sukmadinata,2012:10-11):
1.Mengidentifikasi Masalah
2.Merumuskan dan Membatasi Masalah
3.Melakukan Studi Kepustakaan
4.Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian
5.Menentukan desain dan metode penelitian
6.Menyusun instrumen dan mengumpulkan data
7.Menganalisis data dan menyajikan hasil
8.Menginterpretasikan temuan, membuat kesimpulan dan rekomendasi
Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hubungan langkah-langkah yang mesti harus kait mengkait di bawah ini akan dijelaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar