Nama :Cholik Hermawan
Nim : 11901038
Kelas : PAI 4A
Matkul : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.
Alhamdulillah Senang bisa menulis lagi Sudah Lama Vakum Dari Blog ini. Kali ini saya ingin menyampaikan tulisan mengenai Strategi Pembelajaran. Semoga Bermanfaat mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam tulisan ini. Guru yang profesional dituntut untuk dapat menampilkan keahliannya di depan kelas. Salah satu keahlian tersebut, yaitu kemampuan menyampaikan pelajaran kepada siswa. Untuk dapat menyampaikan Pelajaran dengan efektif dan efisien, guru perlu mengenal berbagai jenis.
Strategi pembelajaran sehingga dapat memilih strategi manakah yang paling
tepat untuk mengajarkan suatu bidang studi tertentu. Secara berturut-turut, Anda akan mempelajari konsep strategi pembelajaran, meliputi pengertian pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran, dan teori yang melandasi, serta berbagai jenis pendekatan dalam strategi pembelajaran.
Dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran, setiap guru dituntut untuk memahami benar strategi pembelajaran yang akan diterapkannya.Sehubungan dengan hal tersebut, seorang guru perlu memikirkan strategi pembelajaran yang akan digunakannya. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat berdampak pada tingkat penguasaan atau prestasi belajar siswa.
Setelah Anda mempelajari materi dalam Modul 1 ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep strategi pembelajaran serta jenis-jenisnya.
Secara lebih terperinci, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan perbedaan antara pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran;
2. mengidentifikasi teori-teori yang melandasi strategi pembelajaran;
3. mengidentifikasi berbagai jenis strategi pembelajaran berdasarkan
pendekatan tertentu.
Suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran. Secara umum, strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertidak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Dalam dunia pendidikan, strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi mengenai rangkain kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dari pengertian diatas, bisa disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di dalamnya termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.Akan tetapi sebelumnya, perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur keberhasilannya.
A. Strategi Pembelajaran
Kita Sering dengar nama nya Strategi pembelajaran, Strategi Pembelajaran merupakan salah satu bahan mata kuliah untuk mahasiswa calon guru. Dikatakan hal itu karena dipandaang sangat penting bagi mahasiswa yang menjalaninya sebagai modal keilmuan dan ketrampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran saat di kelas. Nah, pasti berhasil atau tidaknya pencapaian belajar anak didik amat tergantung dengan proses pembelajaran yang dilakukan antara anak didik dengan guru. Maka dari itu, perlu adanya strategi dapat membantu proses kelancaran belajar.
Mengulas dari buku shihabuddin, bahwa strategi adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan, model, metode, ataupu teknik pembelajaran. Dikutip pula dari beberapa para ahli, seperti halnya menurut Romiszowski mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan dan jalan kegiatan yang dilakukan untuk memilih metode pembelajaran. Sejalan dengan definisi tersebut, Worrel dan Stillwel juga mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah penerapan perencanaan sebuah metode pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Ada pula, strategi pembelajaran menurut Kemp adalah kegiatan belajar mengajar, ini berarti apa yang harus dikerjakan sebagai tenaga pendidik dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sacara efektif dan efisien. Dikemukakan juga oleh Suparman bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari alur kegiatan dan cara pengkondisian materi pelajaran, anak didik, media atau peralatan, bahan dan waktu yang digunakan ketika dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan. Pada strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)
Strategi Pembelajaran Langsung (DI) adalah pembelajaran yang menekan kepada proses penyamapaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Siswa tidak situntut untuk menemukan materi itu. Strategi pembelajaran Ini adalah jenis strategi pembelajaran dengan kadar memiliki pusat kepada guru yang paling tinggi, strategi ini memiliki banyak kelemahan karena siswa banyak bergantung pada guru sehingga menjadikan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Meski demikian strategi ini seringkali dipakai. Contoh strategi pembelajaran langsung antara lain: Suatu ceramah, pertanyaan dedaktik, pengajaran eksplisit dan latihan, dan juga demonstrasi.
2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)
Pada strategi ini umumnya diutamakan pada peserta didik walaupun strategi pembelajaran langsung dan tidak langsung dapat saling bergantung satu sama lain. Dalam strategi pembelajaran ini peranan guru yang biasanya disebut sebagai seorang penceramah bergeser menjadi fasilitator. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena sebagai seorang guru harus dapat mengelola lingkungan belajar ketika di dalam kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk ikut terlibat.Menurut Arends “Pembelajaran langsung adalah sebuah model pembelajaran yang berpusat pada guru. Sedangkan pembelajaran tidak langsung merupakan pembelajran yang dilakukan dengan cara bertahap atau langkah demi langkah” (Buku satu).
3. Strategi Pembelajaran Interaktif
Dalam strategi pembelajaran interaktif lebih menekankan pada diskusi dan sharing antara guru dengan peserta didik. Karena dengan diskusi dan sharing dapat memberi kesempatan untuk peserta didik berkreasi terhadap gagasan, pendekatan, pengalaman dan pengetahuan serta dapat membentuk cara alternatif berpikir dan merasakan. Dan Juga agar peserta didik dapat menambah ilmu nya secara luas ,serta melatih individu atau peserta didik untuk berkomunikasi dengan baik. Menurut Rohmalina Wahab strategi pembelajaran interaktif adalah suatu cara atau teknik pembelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, guru sebagai pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yaitu interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber. Diskusi kelas secara keseluruhan (satu kelas sebagai satu kelompok) pada umumnya kurang eksplisit dan lebih berpusat pada guru daripada strategi-strategi pembelajaran yang diuraikan di atas.
Strategi ini mungkin berupa petunjuk guru atau bimbingan kepada kelas diatur dengan rentangan dari formal ke informal, dengan guru memiliki peran dari dominan ke tidak dominan. Diskusi merupakan suatu percakapan dengan beberapa orang dengan suatu tujuan tertentu. Diskusi kelas ini memerlukan banyak keterampilan-keterampilan dan praktik. Apabila guru menyelenggarakan.diskusi keseluruhan kelas, guru harus dapat memusatkan secara jelas arah diskusi tersebut. Apabila menyimpang, arahkan pada jalurnya, dengan memusatkan kembali diskusi, meningkatkan partisipasi pebelajar dengan
mendengarkan secara cermat semua sudut pandang yang dikemukakan.
Diskusi ini sering tersesat apabila kelas menyimpang dari tujuan utama
diskusi. Jadi, guru perlu merencanakan pertanyaan-pertanyaan kunci untuk
diskusi sehingga lebih mungkin untuk tetap berpusat pada tujuan. Sebelum memulai diskusi kelas secara keseluruhan, yakinkan bahwa pebelajar memiliki dasar pengetahuan yang cukup sebagai bekal diskusi. Diskusi tak dapat berjalan kalau pebelajar tidak banyak mengetahui tentang topik yang dibicarakan. Kadang-kadang diskusi digunakan sebelum pembelajaran sebagai suatu cara untuk membangkitkan minat pebelajar, tetapi informasi itu harus disajikan dalam waktu yang cukup. Jika digunakan secara tepat, diskusi dapat mendorong pebelajar berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan pebelajar yang berprestasi rata-rata maupun yang kurang untuk berpartisipasi dalam proses belajar. Apabila diskusi digunakan dengan cara yang kurang benar, akan berakibat respons
pebelajar rendah sehingga diskusi membosankan dan tidak mendorong pebelajar berpikir.
Diskusi dapat digunakan untuk tujuan kognitif maupun afektif. Pada domain kognitif, diskusi dapat meningkatkan pebelajar untuk menganalisis ide-ide dan fakta-fakta dari suatu pelajaran dan mengkaji hubungan antarmateri yang diajarkan. Pada domain afektif, diskusi dapat meningkatkan kemampuan pebelajar untuk menguji pendapatnya, berinteraksi dengan teman dan mengevaluasi ide-ide teman lain, serta untuk mengembangkan
keterampilan mendengarkan dengan baik. Apa pun tujuannya, diskusi harus direncanakan dengan baik dan pertanyaan kunci dinyatakan pada awal pembelajaran.
4. Strategi Pembelajaran Mandiri
Strategi pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, peningkatan diri. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dari kelompok kecil. Beberapa model pembelajaran mandiri yaitu : Model SAVI. Pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk inisiatif dari tiap individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Sistem strategi ini berfokus pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik namun tetap dengan bantu seorang guru. Maksud dari belajar mandiri ini dapat dilakukan dengan teman sebaya nya atau dibentuk menjadi bagian kelompok kecil. Pembelajaran mandiri adalah salah satu strategi pembelajaran dalam pendidikan kesetaraan yang dilakukan secara mandiri di luar pembelajaran tatap muka ataupun tutorial.
Itulah beberapa bentuk dari klasifikasi strategi pembelajaran. Bukan hanya itu, dalam strategi pembelajaran juga terbagi beberapa bentuk setiap jajarannya. Seperti strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran Inkuiri, Strategi pembelajaran Kooperatif, dan strategi pembelajaran menggunakan CTL (Contextual Teaching and Learning).
Alhamdulillah Sudah Pada akhir tulis ini, Semoga Tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi diri saya pribadi. Karena tulisan ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai calon guru ...Akhirul kalam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar